Author: ambon

Inilah Manfaat Yang Didapat Jika Anda Mengganti Oli Mesin Secara Teratur

Inilah Manfaat Yang Didapat Jika Anda Mengganti Oli Mesin Secara Teratur

madalinstuntcars2.net – Setiap kendaraan bermotor wajib melakukan ganti oli mesin sesuai yang direkomendasikan oleh pabrikan. Tujuannya, untuk tetap menjaga performa mesin agar tetap optimal.

Ternyata bukan hanya menjaga performa mesin saja, mengganti oli mesin secara berkala sesuai dengan waktunya memiliki banyak manfaat. Seperti yang dijelaskan oleh Nurudin.

Menurut dia, secara umum ada 5 keuntungan yang didapat oleh pemilik kendaraan terutama electric motor yang melakukan penggantian oli secara rutin dan tepat waktu. Keunggulannya adalah sebagai berikut:

Suhu Mesin Terjaga

Tentunya jika sering ganti oli secara rutin, suhu mesin menjadi lebih terjaga karena komponen dilumasi secara maksimal.

Sebagai contoh, produk oli untuk motor matik Federal Oil ada teknologi Head Security Formula yang mengatur suhu panas mesin 2 kali lebih efektif dan membuat suhu mesin menjadi stabil.

Komponen Mesin Lebih Awet

Keuntungan kedua, yaitu komponen mesin menjadi lebih awet karena sistem pelumas yang baru akan bekerja maksimal menjaga komponen. Gunakan produk yang sudah terbukti dan bisa memberikan jaminan, atau perlindungan maksimal terhadap gesekan.

“Kalau minim gesekan, tentunya komponen yang dilumasi oleh pelumas itu kerjanya menjadi ringan dan membuat komponen tersebut menjadi awet,”kata Nurudin – Technical Trainer PT ExxonMobil Lubricants Indonesia di Jakarta, Rabu (13/10/2021).

Hemat Bahan Bakar

Tentu berkaitan dengan gesekan, otomatis jika gesekan rendah maka kinerja mesin akan menjadi ringan. Pemakian bahan bakar pun menjadi hemat.

Performa Mesin Terjaga

Keuntungan selanjutnya, yaitu performa mesin menjadi terjaga atau optimal. Pada pelumas yang ada teknologi Visco Elastic Molecules, untuk menigkatkan kinerja dan akselerasi mekanikal atau tarikannya menjadi ringan.

Biaya Perawatan Ringan

Menurut Nurudin, tentunya dengan advantage diawal tadi, otomatis biaya perawatan sepeda motor pun menjadi ringan karena sering mengganti oli sesuai dengan periode yang direkomendasikan.

“Kita merekomendasikan penggantian oli itu di kilometer 2.000 atau 2 bulan, mana yang lebih dulu tercapai. Lakukan sesuai itu agar kinerja mesin dan komponen serta biaya perawatan menjadi ringan,”ucap Nurudin.

Berikut Ini Adalah 3 Kesalahan Yang Sering Terjadi Saat Memasang Baby Car Seat

Berikut Ini Adalah 3 Kesalahan Yang Sering Terjadi Saat Memasang Baby Car Seat

madalinstuntcars2.net – Saat membawa penumpang anak kecil berusia 2 tahun ke bawah, penggunaan baby child seat atau kursi khusus bayi sangat disarankan agar keselamatan dan kenyamanan si anak tetap terjaga.

Meski begitu, masih ada sejumlah orangtua yang salah paham dalam penggunaan infant safety seat. Hal tersebut tentu dapat membahayakan keselamatan bayi itu sendiri.

“Sangat penting bagi bayi memakai infant car seat atau booster. Sebab anak kecil paling rentan cedera bila terjadi kecelakaan, sehingga orang tua harus mengerti cara pakainya,”ujar Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) kepada kami beberapa waktu lalu.

Jusri menjelaskan, umumnya ditemukan 3 kesalahan yang sering dilakukan orangtua saat memasang child seat pada mobilnya. Lebih detail, berikut 3 kesalahan tersebut:

1.Kursi terlalu longgar

Berikut Ini Adalah 3 Kesalahan Yang Sering Terjadi Saat Memasang Baby Car Seat

Child child seat dipasang di atas kursi penumpang. Jika orangtua kurang mengencangkan pengikat child car seat ke jok yang tersedia, kursi bayi tersebut akan tidak stabil dan mudah terjatuh, sehingga dapat mencederai anak.

2.Sabuk pengaman tidak kencang

Berikut Ini Adalah 3 Kesalahan Yang Sering Terjadi Saat Memasang Baby Car Seat

Sama seperti jok mobil standar, sebuah child seat dilengkapi dengan sabuk pengaman. Sabuk ini mengunci posisi tubuh si bayi agar tidak mudah bergerak saat mobil tengah melaju.

Jika sabuk pengaman longgar, otomatis bayi mudak bergerak dan keluar dari tempat duduknya. Risiko paling fatal adalah bayi tersebut dapat terlempar dari kursinya dan menghantam bagian interior mobil.

3.Bayi menghadap ke depan

Berikut Ini Adalah 3 Kesalahan Yang Sering Terjadi Saat Memasang Baby Car Seat

Pada dasarnya, infant safety seat difungsikan untuk bayi dengan usia di bawah 2 tahun. Karakteristik kursi ini adalah menghadap ke belakang. Ada tujuan khusus mengapa kursi bayi tersebut tidak terpasang menghadap ke depan.

Mengutip situs ehomebaby.com, tulang punggung bayi usia 2 tahun ke bawah relatif lebih kuat dibanding tulang lainnya. Saat bayi menghadap belakang, tubuhnya dapat menyerap benturan jika terjadi tabrakan.

Apabila kaca mobil pecah, serpihan kacanya tidak akan melukai bayi karena terlindungi oleh kursi tersebut. Selain itu, mengingat bobot kepala bayi relatif lebih berat dibanding bagian tubuh lainnya, memposisikan bayi menghadap ke depan berisiko membuat bayi terlempar jika pengemudi melakukan rem mendadak.

Menjaga Agar Ban Lebih Awet, Jangan Biarkan Kerikil Menempel Disela Ban

Menjaga Agar Ban Lebih Awet, Jangan Biarkan Kerikil Menempel Disela Ban

madalinstuntcars2.net – Melakukan perawatan terhadap komponen mobil merupakan salah satu upaya pemilik mobil agar komponen tersebut lebih awet dan tahan lama. Dibutuhkan perawatan secara berkala guna menjaga kondisinya agar tetap prima dan dapat berfungsi dengan optimal.

Salah satu komponen mobil yang perlu dioerhatikan yakni prohibit mobil. Komponen ini merupakan bagian crucial dari mobil yang menunjang kenyamanan serta keselamatan berkendara.

Saat dihubungi kami beberapa waktu lalu, Zulpata Zainal, On Automobile Examination (OVT) Supervisor PT Gajah Tunggal Tbk menjelaskan mengenai beberapa hal yang harus dilakukan pemilik mobil saat merawat restriction mobilnya. “Cek rutin kerusakan ban, misalkan ada bagian yang sobek.

Kemudian periksa juga benda-benda kecil seperti batu yang menempel pada telapak restriction, sebisa mungkin agar dibersihkan,”kata Zulpata.

Menjaga Agar Ban Lebih Awet, Jangan Biarkan Kerikil Menempel Disela Ban

Seiring penggunaannya, terutama jika digunakan di jalan yang berbatu kerap ditemukan benda-benda kecil seperti batu kerikil yang menempel pada sela-sela alur kembangan restriction. Meskipun sepele, benda asing yang menempel di sela ban dapat membuat ban menjadi rusak. Maka dari itu perlu dibersihkan.

Training Development, Area Head PT Astra Daihatsu Motor, Aji Prima Barus Nurcahya juga mengatakan, untuk perawatan restriction mobil pemilik harus menjaga kondisi restriction.

“Sederhananya, periksa tekanan angin secara berkala paling tidak satu minggu sekali. Jaga tekanan angin sesuai spesifikasi kendaraan,”kata Aji. Berikutnya cek kualitas fisik ban apakah ada keretakan, selipan benda asing, dan kondisi alur restriction (aus atau tidak), apalagi jika terjadi retak samping.

“Apabila terjadi keretakan pada tapak ban, mungkin sudah tidak aman digunakan. Apalagi keretakannya bagian samping ban, itu kendaraan tersebut sangat berbahaya,”ucap Aji.

Aji menambahkan, jika restriction sudah mengalami bocor di bagian samping atau dinding ban, pemilik kendaraan harus langsung mengganti ban dengan yang baru. Jika dipaksakan, dikhawatirkan restriction akan pecah dan menimbulkan kecelakaan.

Menjaga Agar Ban Lebih Awet, Jangan Biarkan Kerikil Menempel Disela Ban

Kemudian cek kondisi kedalaman alur ban dengan menggunakan alat ukur atau dapat melihat tread wear indication (TWI). “Ketika keausan sudah rata dengan TWI, artinya tidak sampai botak, maka ban tersebut sudah maksimal keausannya.

TWI ini adalah 1,6 mm dari permukaan bawah ban. Ketika sudah sejajar dengan TWI restriction segera diganti,”saran Aji. Berikutnya, cegah flat place pada restriction dengan cara menjalankan mobil paling tidak seminggu sekali meski jarang digunakan.

Sehingga, ban berputar dan terjadi vibrasi. “Jaga tekanan angin, jangan sampai kurang. Apabila sudah jarang digunakan, ban kempis maka level spot mudah terbentuk,”katanya.

Terakhir, lakukan rotasi ban secara rutin supaya tingkat keausan semua restriction merata, termasuk ban serep. Biasanya, hal tersebut dilakukan saat servis 10.000 kilometer di bengkel resmi. “Terakhir menjaga geometri restriction karena seiring pemakaian akan berubah dan bila dibiarkan mengganggu kenyamanan. Caranya lewat spooring dan”ucap Aji.

Kenapa AC Tidak Dingin? Apakah Karena Kurang Freon? Berikut Penjelasannya

Kenapa AC Tidak Dingin? Apakah Karena Kurang Freon? Berikut Penjelasannya

madalinstuntcars2.net – Sebagai fitur penunjang kenyamanan pengemudi maupun penumpang, peran Air Conditioning dalam kabin terbilang Vital. Bukan hanya sebagai pengatur suhu udara dalam kabin, AC juga berguna dalam mencegah kaca mobil tidak mudah berembun saat sedang menerabas hujan.

Keluhan akan Air Conditioner mobil yang sudah dirasa tidak dingin umum ditemukan. Menurut sebagian orang awam, Air Conditioner yang tidak dingin kerap diasosiasikan dengan freon yang berkurang. Sehingga beberapa orang beranggapan pengisian freon jadi solusi ketika AC sudah mulai tidak dingin.

Padahal, asumsi tersebut kurang tepat. Nugroho, Kepala Bengkel Suzuki Mobil Pabelan menjelaskan bahwa Air Conditioner mobil yang tidak dingin bisa disebabkan oleh banyak hal, tidak sesederhana akibat kurang freon.

Kenapa AC Tidak Dingin? Apakah Karena Kurang Freon? Berikut Penjelasannya

Ia pun menjelaskan bahwa freon tidak akan mudah berkurang, atau bahkan habis. Jika memang terjadi hal semacam itu, bisa jadi ada komponen pada sistem AC yang rusak atau bocor.

“Tidak selalu mobil yang AC-nya kurang dingin harus melakukan pengisian freon, karena penyebab Air Conditioner tidak dingin ada bermacam-macam. Soal freon, saya sependapat bahwa freon habis kemungkinan besar karena adanya kebocoran,” kata Nugroho kepada kami, Rabu (22/9/2021).

Jika memang freon berkurang, maka solusinya tidak hanya ditambah. Teknisi pasti melakukan pengecekan sistem Air Conditioner untuk memastikan penyebab freon bisa berkurang. Sebab hal tersebut merupakan prosedur standar yang umum dalam bengkel.

Guna menghindari kerusakan hingga bocor pada sistem AC mobil, pemilik mobil memang perlu melakukan servin rutin sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Servis rutin juga termasuk melakukan pembersihan sejumlah komponen dalam A/C seperti motor blower, evaporator, dan kondensor.

Nugroho menjelaskan, perawatan rutin untuk Air Conditioner mobil sudah menjadi satu paket dengan servis keseluruhan mobil tiap interval 40.000 kilometer atau 2 tahun.

Tips Cepat Lancar Mengendarai Motor Kopling

Belajar Naik Motor Kopling Manual, Ini Penyebab Mesin Gampang Mati -  madalinstuntcars2.net

Madalinstuncars2.net – Motor matik bisa dibilang jadi primadona untuk masyarakat di Indonesia, alasan utamanya karena electric motor matik mudah digunakan. Pemotor cukup menyalakan kemudian menyesuaikan bukaan gas dan rem, motor sudah bisa jalan.

Walaupun begitu, tidak sedikit masyarakat yang ingin naik kelas ke electric motor complete fairing atau naked yang menggunakan kopling Namun, bagi yang masih belum terbiasa gunakan motor kopling, ini menjadi tantangan yang berat.

Tak perlu khawatir, Head of Safety Riding Promo Wahana, Agus Sani mengatakan, jika pemotor sudah terbiasa mengendarai electric motor matik atau bebek, menaklukkan electric motor kopling pun jadi lebih mudah.

“Jika sudah fasih pakai motor matik atau bebek, belajar dan bisa bawa electric motor kopling bisa 1 jam saja. Yang paling susah jika dia benar-benar pemula enggak bisa bawa matik atau bebek,” kata Agus beberapa waktu lalu.

Agus melanjutkan, mengendarai electric motor kopling itu pada dasarnya sama seperti mengendarai electric motor matik atau bebek. Kuncinya menjaga keseimbangan dan untuk electric motor kopling, pemotor harus tahu kapan tekan dan lepas tuas kopling.

“Hanya tinggal belajar atau melancarkan buka tutup kopling dan gas saja. Sangat bisa, bahkan 1 hari kelamaan, 1 jam itu sudah tahu cara mindahin gigi,” tuturnya.

Nah, bagi Anda yang menginginkan cara cepat supaya bisa membawa electric motor kopling, kumparan sajikan beberapa tips-tips yang bisa dipraktikkan saat belajar.

Pahami kapan harus buka gas dan kopling. Menurut Agus, hal pertama yang harus dipahami dan dibiasakan yakni mengetahui kapan pengendara harus buka tuas gas dan buka tuas kopling.

“Yang terjadi ketika tuas kopling masih ditekan dan buka gas besar electric motor menjadi menggerung. Dan ketika buka gas terlalu besar dan langsung membuka tuas kopling, electric motor akan loncat, jadi sesuaikan dengan pas antara gas dan kopling,” jelas Agus.

Perhatikan perpindahan gigi

Ketika sudah memahami dan membiasakan kapan harus buka tuas gas dan buka tuas kopling, berlanjut ke perpindahan gigi. Dengan kecepatan electric motor yang bertambah, pengendara harus mengganti gigi.

Nah, setiap pergantian gigi pengendara harus menekan tuas kopling. Hal ini dilakukan bersamaan dengan menekan tuas kopling dan menaikkan atau menurunkan gigi.

“Jangan sampai ketika ingin pindah gigi tapi enggak tekan tuas kopling. Yang ada motornya loncat atau ketika dalam rpm rendah bisa mati mesinnya,” ungkapnya.

Perhatikan ketika belok

Tips yang selanjutnya yaitu pada saat berbelok. Agus mengatakan, untuk menurunkan kecepatan pada saat berbelok, lebih baik hindari menarik tuas kopling dan baiknya memanfaatkan deselerasi.

“Ini adalah kebiasan yang salah, jadi sebenarnya ketika ingin belajar atau mengendarai motor ketika berbelok pakai engine break agar keseimbangan electric motor dan pengendaranya tetap stabil,” jelasnya.

Cara pengereman

Selanjutnya ketika pengendara dihadapkan dengan situasi motor harus mengerem atau berhenti. Sama halnya seperti berbelok, hindari menekan tuas kopling.

Cara mudahnya cukup gunakan tuas rem depan atau belakang, ketika electric motor sudah di titik mau berhenti, barulah menarik tuas koplingnya. Ini dilakukan untuk menghindari electric motor tiba-tiba melompat.

“Karena ketika ingin melakukan pengereman dan pengendara menekan tuas kopling laju motor akan semakin cepat. Sebaiknya tetap gunakan deselerasi dan kemudian gunakan tuas rem,” imbuhnya.

Keselamatan juga penting

Yang terakhir gunakan perangkat keselamatan yang baik dan benar. Setidaknya gunakan sarung tangan, celana panjang, jaket, sepatu, dan helm. Bila perlu, pakai pelindung sikut dan lutut untuk perlindungan ekstra.

“Untuk yang ingin belajar sendiri pastikan juga pemilihan lokasi yang tepat. Jangan langsung ke jalan raya, bisa manfaatkan lapangan terbuka atau tempat sepi,” saran Agus.

Selain itu, agar lebih cepat bisa membawa electric motor kopling, Anda juga bisa mengajak rekan yang sudah mahir dalam hal ini. Sehingga Anda bisa bertanya dan meminta saran ketika belajar bawa motor kopling.

Tidak lupa juga, perhatikan electric motor yang Anda gunakan ketika belajar. Bagi pemula disarankan untuk menggunakan motor yang bobotnya lebih kecil supaya tidak kaget dan mengindari hal-hal yang tak diinginkan.