Category: Mobil

Wuling Almaz Pemberi Kontributor Terbesar Dalam GIIAS 2021

Wuling Almaz Pemberi Kontributor Terbesar Dalam GILAS 2021

madalinstuntcars2.net – Wuling Almaz dan Almaz RS pemberi kontributor terbesar perolehan SPK pabrikan di GIIAS 2021. Angka ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai foundation Wuling di Indonesia.

Secara total berdasarkan catatan pabrikan, Wuling membukukan sampai 1.448 SPK. Dan untuk Wuling Almaz sendiri menyumbang 44,1 persen. Dan bila dihitung, SPK Wuling Almaz sendiri mencapai 639 unit (pembulatan 638,568). Selebihnya baru dibagi-bagi dengan model lainnya.

Brand Name & Marketing Director Wuling Motors Michael Budihardja mengapresiasi respons positif pengunjung GIIAS 2021, khususnya buat Almaz dan Almaz RS.

Wuling Almaz Pemberi Kontributor Terbesar Dalam GILAS 2021



“Kami memastikan ketersediaan unit dan berkomitmen untuk melakukan pengiriman unit segera agar kebutuhan konsumen dapat terpenuhi,”ucapnya dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Selasa (23/11).

Nah menariknya, bahkan di kalangan SUV yang dipajang di GIIAS 2021 Wuling Almaz mengalahkan Toyota Fortuner yang hanya 529 unit dan Pajero Sport yang kurang dari 400 unit.

Hanya saja perlu diketahui, pada dasarnya Wuling Almaz tak head to head langsung dengan kedua SUV ladder frame itu, lebih ke Honda CR-V. Namun sampai saat ini pihak HPM belum mengumumkan berapa perolehan SPK dari Honda CR-V.

Area Test Drive

Wuling Almaz Pemberi Kontributor Terbesar Dalam GILAS 2021

Tak hanya soal SPK, respons positif pengunjung untuk merek Wuling juga sampai ke area test drive. Setidaknya ada tiga pilihan unit test drive, yaitu Wuling Almaz RS, New Confero S, dan Cortez CT.

Ada kurang lebih sebanyak 621 konsumen, telah mencoba align produk Wuling. Angka tersebut didominasi oleh Flagship SUV Wuling yakni Almaz RS dengan 452 konsumen.

Beberapa Tips Aman Saat Berkendara di Musim Hujan

madalinstuntcars2.net – Berkendara menggunakan mobil saat musim hujan harus ekstra hati-hati. Selain kondisi jalanan menjadi lebih licin, adanya ancaman lain seperti jalan berlubang juga bisa mengganggu dan membahayakan pengendara.

Belum lagi situasi lalu lintas yang padat dan pandangan yang terhalang menjadi tantangan tersendiri yang harus diantisipasi. Jika pengendara abai, hal ini bisa menjadi pemicu kecelakaan bagi diri sendiri dan pengguna jalan yang berada di sekitar.

“Jalan licin, jalan rusak ditambah lagi visibilitas yang tak baik dari dalam kabin, wajib diperhatikan selain kondisi teknis di kendaraan. Maka dari itu kita harus menyiapkan kondisi berkendara terbaik di kendaraan kita sebelum berkendara di musim hujan,”ucap Vice President PT MKOOL Indo Lestari, Nanda cahaya, Rabu (3/11/2021).

Berikut cara aman mengendarai mobil pada saat musim hujan agar aman dan nyaman sampai tujuan:

Pastikan Tekanan Udara Pada Ban Sesuai Anjuran Pabrikan

Pastikan ban mobil dalam keadaan normal termasuk tekanan udaranya. Ini penting untuk menghindari mobil tidak stabil saat dikemudikan dan membuat kendaraan tergelincir.

Acuan tekanan biasanya terdapat di pilar pintu pengemudi. Jika ban sudah tipis, sebaiknya segera diganti. Sebab, jika tidak dapat mengakibatkan grip berkurang dan pembuangan air jadi minim.

Kondisi tersebut akan menyebabkan terjadinya aquaplannig (ban tak menapak saat melalui jalan basah).

Periksa Kondisi Semua Lampu Mobil

Lampu mobil saat hujan jadi media untuk mendeteksi obyek yang ada di depan kita, sekaligus memperjelas pandangan pengendara. Cara aman berkendara mobil saat hujan adalah memastikan kondisi semua lampu mobil berfungsi dengan baik.

Lampu yang perlu dicek adalah lampu besar (head lamp) jarak dekat dan jauh, lampu indicator (tanda) dan lampu darurat. Semua lampu itu punya fungsi masing-masing saat hujan.

Jaga Jarak Kendaran

Apalagi bila Anda kebetulan mengendarai mobil pada malam hari, atau memang siang hari namun hujan lebat akan membuat suasana menjadi gelap. Maka kondisi ini membuat Anda juga harus lebih berhati-hati dalam berkendara.

Menjaga jarak kendaraan di atas jarak typical menjadi salah satu tindakan yang tepat selama berkendara ketika hujan. Biarkan mobil di depan Anda menjauh dengan jarak sekitar 6 detik dari mobil Anda, atau hingga di luar jarak pandang Anda.

Hindari Berkendara di Tepi Jalanan

Pada musim hujan, jalanan biasanya mudah keropos dan rusak. Pengemudi sebaiknya hindari berkendara di bagian sisi tepi jalan. Sebab, bagian pinggir jalan tersebut strukturnya lebih rendah dibanding bagian tengah jalan.

Terlalu ambil pinggir jalan saat melintasi jalanan dalam kondisi basah juga berpotensi membuat kendaraan Anda selip atau terperosok keluar jalan, apalagi jika marka pembatas jalan tidak terlalu jelas terlihat.

Jangan Sampai Pandangan Terhalang

Cara aman berkendara pada saat hujan adalah dengan memperhatikan jangan sampai pandangan Anda terhalang. Cara yang bisa dilakukan adalah membersihkan kaca mobil di bagian depan dan kaca bagian belakang dari berbagai kotoran yang menempel.

Jangan lupa juga untuk membersihkan kaca film di bagian dalam. Meskipun dipasang di bagian dalam, seringkali kaca film tersentuh tangan, sehingga kaca film menjadi berminyak.

Perhatikan Penggunaan Kaca Film

Selain itu, gunakan kaca movie berteknologi tinggi dengan tampilan yang bening, seperti MK50. MK50 memiliki penerusan cahaya tampak tertinggi dibanding kaca movie lainnya sehingga Anda bisa menikmati pemandangan yang leluasa dan visibilitas yang baik pada siang atau pun malam hari.

“Sangat penting untuk memperhatikan soal visibilitas, karena kalau visibilitas tidak bagus, maka otomatis membuat kewaspadaan berkendara akan berkurang,”ucap Nanda.

Menurut Nanda, pemilihan kaca film sangat penting. Jika terlalu gelap, pandangan akan terganggu ataupun buram. Maka dari itu, pastikan kaca film Anda berkualitas baik, sehingga kejelasan daya pandang yang dihasilkan tidak berkurang.

Nanda juga menyarankan agar memilih kaca movie yang berkualitas, dengan tingkat kegelapan tidak lebih dari 40 persen untuk kaca depan. “Sebab penggunaan kaca movie dengan kegelapan di atas 40 persen bisa mengurangi pandangan terutama jika malam hari dan atau pada saat hujan,”kata dia.

Karena Dampak Covid-19 Para Bengkel UMKM Merugi Sampai Rp 62,5 Triliun

Terdampak Pandemi COVID-19, Bengkel Otomotif UMKM Rugi Rp 62,5 Triliun |  madalinstuntcars2.net

Madalinstuntcars2 – Pandemi COVID-19 ternyata juga memukul bisnis bengkel umum dan pengusaha UMKM di sektor otomotif. Demikian disampaikan Ketua Umum Persatuan Bengkel Otomotif Indonesia (PBOIN) Hermas E Prabowo.

Dirinya menyebut, perputaran ekonomi yang dihasilkan oleh bengkel otomotif UMKM, mekanik lepas, dan penjualan suku cadang di Indonesia pada 2021 berpotensi mencatatkan transaksi hingga Rp 130,04 triliun.

Namun di luar harapan, kenyataannya malah kerugian yang didapat, di mana angkanya mencapai minus Rp 62,5 triliun.

“Ini akibat menurunnya transaksi perdagangan jasa perawatan dan perbaikan kendaraan sepanjang Januari – Oktober 2021, juga perdagangan sparepart atau suku cadang,” ucap Hermas dalam keterangan resminya.

Rata-rata penurunan pendapatan yang dialami bengkel otomotif UMKM sepanjang 2021 mencapai 40 persen. Beban semakin berat karena biaya sewa tempat tetap typical, dan tak ada penyesuaian.

Efeknya, ada beberapa pusat perdagangan otomotif yang tutup selama PSBB dan PPKM, juga memperparah kerugian yang dialami para bengkel dan pengusaha UMKM otomotif.

“Pendapatan jasa bengkel otomotif turun drastis karena pada masa pandemi mobilitas dibatasi. Mobil jarang perawatan, jarang rusak dan penggantian sparepart jadi tertunda. Sebagian terpaksa menunda perawatan atau perbaikan karena tidak ada biaya,” kata Hermas.

Banyak PHK

Dengan kondisi yang terjadi itu, Hermas tidak menampik apabila banyak bengkel mobil, electric motor, dan body repair yang melakukan pemutusan kerja bagi para mekanik atau pekerja lainnya.

Ada juga beberapa mekanik dan para pekerja di sektor otomotif lainnya yang mengalami pemotongan gaji sejak pertengahan 2020 hingga 2021. Langkah itu terpaksa dilakukan para bengkel dan pengusaha UMKM otomotif guna bertahan di masa pandemi COVID-19.

Harapkan dukungan pemerintah

Melihat situasi yang terjadi itu, PBOIN word play here berharap agar pemerintah tidak hanya berfokus pada industri otomotif besar, namun juga industri otomotif kecil khususnya kelas pengusaha otomotif UMKM.

Harapannya pemerintah dapat menghadirkan berbagai kemudahan bagi para industri otomotif kecil atau pengusaha UMKM otomotif melalui skema pembiayaan ringan, dukungan insentif, serta iklim usaha yang kondusif.

“Sektor bengkel otomotif UMKM berperan penting dalam rantai industri otomotif nasional, menciptakan usaha, menyerap tenaga kerja, mengurangi pengangguran dan mengatasi masalah kemiskinan,” jelas Hermas.

Ada 400.000 bengkel otomotif UMKM di Indonesia

Kendati berstatus sebagai industri otomotif kecil, keberadaan bengkel umum dan pengusaha UMKM otomotif tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebab, saat ini ada sekitar 400.000 device usaha bengkel otomotif di Indonesia.

Angka itu terdiri dari 95 persen kelompok usaha bengkel otomotif UMKM yang meliputi bengkel mobil, bengkel motor, body repair work, dan lainnya.

Berikut Ini Ada Tips Mudah Untuk Merawat Mobil Dengan Transmisi Otomatis, Sebagai Berikut

Berikut Ini Ada Tips Mudah Untuk Merawat Mobil Dengan Transmisi Otomatis, Sebagai Berikut

madalinstuntcars2.net – Mobil dengan transmisi otomatis semakin populer di Indonesia. Dengan kondisi jalan yang cenderung macet di kota-kota besar, mobil transmisi otomatis menjadi favorit konsumen.

Mobil murah ramah lingkungan (LCGC) transmisi otomatis termasuk pilihan idaman, terutama bagi keluarga muda sebagai pengguna mobil pertama. Karena lebih mudah dikendarai tanpa menginjak pedal kopling.

Saking lebih mudah dioperasikan, mobil ini sering digunakan untuk sehari-hari. Sayangnya, kita lebih suka menggunakannya, alih-alih merawatnya. Padahal perawatan ini penting supaya kita terhindar dari masalah di jalan, seperti mogok. Nah, bagaimana cara mudah merawat mobil transmisi otomatis?

Dedi Pratama, Department Head After Business & Biz Solution Indonesia, menjelaskan mobil LCGC transmisi otomatis memang disukai konsumen mobil, karena cenderung bersifat fret totally free dalam penggunaannya.

Misalnya, transmisi non-manual alias otomatis dan akinya complimentary upkeep. ” Sering terjadi pengguna lupa perawatan kendaraannya, padahal mobil transmisi otomatasi ini dipakai harian yang banyak menguras kinerja komponen rem,”ujar Dedi pada kami, Jumat (9/10).

Komponen Rem Dan Aki

Berdasarkan data bengkel, rata-rata pengguna mobil transmisi otomatis lupa untuk merawat komponen rem dan aki. Padahal dua komponen ini strategis untuk mendukung performa transmisi otomatis.

Dedi mencatat ada kebiasaan buruk di konsumen otomotif Indonesia, yakni mobil yang baru dihidupkan langsung dijalankan, sehingga berpotensi membuat akinya drop lebih besar, akibat kehilangan daya, meski umur pemakaiannya terbilang baru.

Untuk kebiasaan buruk ini, saran Sigit, pengguna tidak terburu-buru menjalankan mobilnya, sesaat setelah dihidupkan.

“Yang penting diperhatikan lagi adalah oli transmisi otomatis. Ini sangat penting, karena kekuatan transmisi otomatis ada di oli transmisi. Jangan sampai terlambat diganti, karena kalau transmisi matik rusak bisa berdampak ke komponen lain seperti bagian mesin.

Hasinya, mobil bisa terganggu semuanya. Dan biaya perbaikannya akan jauh lebih mahal,”paparnya.

Perhatikan Oli Transmisi Matik

Di bengkel, Dedi menyarankan oli transmisi otomatis diganti setiap 40 ribu kilometres dan kelipatannya (80 ribu kilometres) terutama untuk mobil Astra Daihatsu Ayla (LCGC 5 penumpang).

“Kalau kita sering lupa mengganti olinya, transmisi otomatis mobil Anda akan problem. Memang mobil masih bisa melaju bila dipaksakan,” ucapnya.

Tapi kalau mobil dipaksakan melaju, problemnya bisa makin parah, karena performa transmisi otomatis menurun drastis. Gambarannya, saat pergantian gigi, transmisi tidak lancar alias tersendat, kondisinya seperti tersangkut.

Dalam kondisi tertentu seperti kondisi jalan macet dan cuaca panas, biasanya transmisi otomatis memberikan sinyal-sinyal trouble itu. Menurut Dedi, berdasarkan pengalaman di jaringan bengkel, banyak konsumen mengganti rem mobil transmisi matiknya secara keseluruhan.

Komponen rem memag harus menjadi perhatian utama di mobil transmisi otomatis. Apalagi di kota-kota besar, kampas rapid eye movement sering diganti sebelum waktunya, karena komponen ini sering dipakai untuk menahan laju kendaraan. Berbeda dengan mobil transmisi manual.

“Di mobil transmisi otomatis, pemakaian rem memang semakin sering, karena kan tinhgfal primary gas dan rapid eye movement saja. Bahkan di Jakarta, biasanya kampas rem sudah ganti duluan sebelum waktunya,”pungkas dia.

Berikut Ini Adalah 3 Kesalahan Yang Sering Terjadi Saat Memasang Baby Car Seat

Berikut Ini Adalah 3 Kesalahan Yang Sering Terjadi Saat Memasang Baby Car Seat

madalinstuntcars2.net – Saat membawa penumpang anak kecil berusia 2 tahun ke bawah, penggunaan baby child seat atau kursi khusus bayi sangat disarankan agar keselamatan dan kenyamanan si anak tetap terjaga.

Meski begitu, masih ada sejumlah orangtua yang salah paham dalam penggunaan infant safety seat. Hal tersebut tentu dapat membahayakan keselamatan bayi itu sendiri.

“Sangat penting bagi bayi memakai infant car seat atau booster. Sebab anak kecil paling rentan cedera bila terjadi kecelakaan, sehingga orang tua harus mengerti cara pakainya,”ujar Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) kepada kami beberapa waktu lalu.

Jusri menjelaskan, umumnya ditemukan 3 kesalahan yang sering dilakukan orangtua saat memasang child seat pada mobilnya. Lebih detail, berikut 3 kesalahan tersebut:

1.Kursi terlalu longgar

Berikut Ini Adalah 3 Kesalahan Yang Sering Terjadi Saat Memasang Baby Car Seat

Child child seat dipasang di atas kursi penumpang. Jika orangtua kurang mengencangkan pengikat child car seat ke jok yang tersedia, kursi bayi tersebut akan tidak stabil dan mudah terjatuh, sehingga dapat mencederai anak.

2.Sabuk pengaman tidak kencang

Berikut Ini Adalah 3 Kesalahan Yang Sering Terjadi Saat Memasang Baby Car Seat

Sama seperti jok mobil standar, sebuah child seat dilengkapi dengan sabuk pengaman. Sabuk ini mengunci posisi tubuh si bayi agar tidak mudah bergerak saat mobil tengah melaju.

Jika sabuk pengaman longgar, otomatis bayi mudak bergerak dan keluar dari tempat duduknya. Risiko paling fatal adalah bayi tersebut dapat terlempar dari kursinya dan menghantam bagian interior mobil.

3.Bayi menghadap ke depan

Berikut Ini Adalah 3 Kesalahan Yang Sering Terjadi Saat Memasang Baby Car Seat

Pada dasarnya, infant safety seat difungsikan untuk bayi dengan usia di bawah 2 tahun. Karakteristik kursi ini adalah menghadap ke belakang. Ada tujuan khusus mengapa kursi bayi tersebut tidak terpasang menghadap ke depan.

Mengutip situs ehomebaby.com, tulang punggung bayi usia 2 tahun ke bawah relatif lebih kuat dibanding tulang lainnya. Saat bayi menghadap belakang, tubuhnya dapat menyerap benturan jika terjadi tabrakan.

Apabila kaca mobil pecah, serpihan kacanya tidak akan melukai bayi karena terlindungi oleh kursi tersebut. Selain itu, mengingat bobot kepala bayi relatif lebih berat dibanding bagian tubuh lainnya, memposisikan bayi menghadap ke depan berisiko membuat bayi terlempar jika pengemudi melakukan rem mendadak.