Category: Motor

Usulan Anggota DPR, Minta Pajak Sepeda Motor 150 cc ke Bawah dihapus

Berita Menarik: Usulan Hapus Pajak Motor 150 cc kebawah I  madalinstuntcars2.net

Madalinstuntcars2.net – Anggota Badan Anggaran DPR RI Fraksi PKS, Ecky Awal Mucharam mengusulkan ada pembebasan pajak sepeda motor, khususnya untuk mesin di bawah 150cc.

Ini disampaikan Ecky dalam Rapat Panja (Panitia Kerja) RAPBN 2022, Rabu (30/6). Selain itu dirinya juga mengusulkan kenaikan penghasilan tidak kena pajak (PTKP) menjadi Rp 8 juta per bulan.

Ecky mengungkapkan, kedua usulan tersebut nantinya juga akan dibahas dalam Rancangan Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP).

” Kami mohon dalam Nota Keuangan RAPBN 2022 nanti sudah diberikan kelonggaran PTKP jadi Rp 8 juta dan pembebasan pajak kendaraan bermotor bagi roda dua 150 cc ke bawah,” pungkasnya.

AISI langsung respons

Hari Budianto Sekjen Asosiasi Sepedamotor Indonesia (AISI) menanggapi positif usulan pembebasan pajak sepeda electric motor tersebut. Ini disebutnya bisa membantu perbaikan industri ini.

Saat ini industri sepeda electric motor dari hulu ke hilir, langsung dan tak langsung, kata Hari, melibatkan sampai dengan 2 juta karyawan mulai pabrik komponen, leasing, servis, sampai dengan sparepart.

“Kami akan sangat berterima kasih, karena akan membantu industri ini untuk recuperation,” tuturnya.

Dan saat ditanyakan terkait dengan pajak apa yang akan dibebaskan, Hari juga belum mengetahui detailnya.

Yang pasti, saat ini ada beberapa pajak yang dikenakan untuk sepeda electric motor, di antaranya:

1. BBNKB 10-12,5 persen dari NJKB
2. PKB 2 persen (progresif).
3. PPn 10 persen.
4. PPh.
5. PPnBM khusus sepeda motor di atas 250cc – 500cc sebesar 60 persen.
6. PPnBM khusus sepeda electric motor di atas 500cc sebesar 125 persen.

Marc Marquez Terlalu Percaya Diri di MotoGP Prancis

Terjatuh 2 Kali di MotoGP Prancis 2021, Marc Marquez: Ini Salah Saya! :  Okezone Sports

Madalinstuntcars2.net – Mantan bintang MotoGP Jorge Lorenzo meyakini, Marc Marquez bisa saja memenangi MotoGP Prancis 2021. Namun toh Marquez dua kali jatuh sehingga gagal finis.

Pada balapan di Sirkuit Le Mans, Minggu (16/5), pebalap Repsol Honda itu beginning dari grid keenam. Marquez memulai dengan baik karena mampu merangsek ke urutan empat besar.

Setelah berganti electric motor karena sirkuit mulai diguyur hujan, Marquez keluar pit sebagai pemimpin balapan bahkan sempat memimpin nyaris dua detik dari Fabio Quartararo di belakangnya. Sayangnya, juara dunia delapan kali itu jatuh di tikungan 14 saat balapan menyisakan 19 putaran.

Insiden itu tidak menghentikan Marquez. Dia kembali balapan tapi tidak lama kemudian pebalap Spanyol itu jatuh lagi, kali ini di tikungan 6, dan yang memastikan dia harus retired.

Lorenzo pernah empat kali juara di Le Mans. Menurut dia, Marquez gagal karena balapan dengan terlalu percaya diri.

“Memang betul bahwa di kondisi kering di awal balapan, dia mulai sedikit kesulitan dan tertinggal 1,5 detik tapi dia mulai membaik dan lebih nyaman daripada pebalap lain yang takut dengan dia,” kata Lorenzo di saluran YouTube-nya sebagaimana dikutip GPOne.

“Dia dengan cepat mulai resurgence, memangkas jarak sedikit demi sedikit selama beberapa putaran kemudian dan bahkan sebelum mengganti motor dia sudah melewati Quartararo di pit lane, lalu keluar dari pit di posisi pertama dan segalanya menunjukkan dia akan mendapatkan kemenangan pertamanya setelah lama sekali.”

“Terus terang ketika aku menonton dia di televisi aku merasa dia sangat percaya diri dan agresif di fase awal balapan saat dia menggunakan ban basah. Aku mulai khawatir dia akan jatuh karena dia terlalu percaya diri sedangkan balapan masih panjang. Sialnya, kekhawatiranku terjadi ketika aku melihat dia jatuh.”

“Pada akhirnya dia menunggangi motornya lagi lalu kembali ke lintasan dari posisi 15. Sangat disayangkan, terutama saat dia jatuh untuk pertama kalinya dia mungkin saja akan memenangi balapan dan itu akan menjadi kegembiraan besar setelah dia menderita selama berbulan-bulan,” simpul Lorenzo soal performa Marc Marquez di MotoGP Prancis.

Akhirnya Valentino Rossi Mempunyai Team Racingnya Sendiri Bernama “Aramco Racing Team VR46”

ARAMCO Racing Team VR46, Nama Baru Tim Valentino Rossi yang Dapat Sponsor  dari Pemerintah Arab Saudi - GridOto.com

Madalinstuntcars2.net – Valentino Rossi akhirnya memiliki timnya sendiri untuk berlaga di ajang MotoGP mulai 2022. Tim tersebut diberi nama Aramco Racing Team VR46.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rossi bisa membentuk timnya sendiri di kelas MotoGP setelah mendapat suntikan dana dari sebuah perusahaan asal Arab Saudi. Perusahaan tersebut, yang akan tercantum sebagai nama tim balap, adalah Aramco – yang bergerak di bidang minyak dan gas.

Aramco Racing Group VR46 menjadi tim ketiga yang dipunya Rossi di ajang balapan Grand Prix. The Doctor sebelumnya sudah punya tim di Moto2 dan Moto3.

Aramco Competing Team VR46 sudah mengikat kontrak untuk berlaga di ajang MotoGP mulai 2022 sampai 2026

Hanya saja, sampai saat ini belum diketahui motor apa yang akan dipakai Aramco Competing Team VR46 di ajang MotoGP 2022. Report yang beredar menyebut Valentino Rossi akan memilih Suzuki untuk menyandang standing sebagai tim satelit pabrikan asal Jepang tersebut.

Namun sempat tersiar juga report yang menyebut tim Rossi akan memakai Aprilia. Demikian dikutip dari motorsportweek.

“Di 2022 tim VR46 akan melakukan launching di kelas MotoGP bersama dengan Tanal Enjoyment Sporting activity & Media dan Aramco, sebagai sponsor utama utuk periode 2022-2026,” demikian pernyataan resmi Tanal Entertainment Sport & Media.

Tanal Home Entertainment Sporting activity & Media merupakan perusahaan induk milik Pangeran Abdulaziz container Abdullah Al Saud. Dia adalah pengusaha dan merupakan anggota kerajaan Arab Saudi.

Belum ada pernyataan resmi dari Dorna, FIM, atau MotoGP terkait konfirmasi tim milik Rossi ini akan berlaga di kelas MotoGP musim depan.

Namun beberapa waktu lalu CEO Dorna Carmelo Ezpeleta sempat menyatakan akan menyediakan tempat untuk tim Rossi di MotoGP.

Terkait rencana terjun di kelas MotoGP musim depan, Aramco Competing Team VR46 sudah merilis livery motor mereka dan juga desain baju balap yang akan dikenakan.

Dikutip dari Accident, kerjasama dengan Aramco juga akan berlaku pada kelas Moto2. Di mana Aramco akan menggantikan brand Skies Italia yang saat ini jadi sponsor utama. Di sisi lain Sky Italia disebut akan memiliki sebagian saham kepemilikan Team VR46.

Dengan kini sudah memiliki tim sendiri yang turun di kelas MotoGP, akankah Rossi bakal pensiun di akhir musim MotoGP 2021 ini?

Valentino Rossi Berharap Pada MotoGP Portugal Nanti

Hasil MotoGP Doha bagi Valentino Rossi, Tertinggal 14,2 Detik dari  Quartararo Halaman all - Kompas.com

Madalinstuntcars2.net – Jelang seri ketiga MotoGP 2021, Valentino Rossi mengaku semangat balapan di Sirkuit Portimao, Portugal.

Tapi di sisi lain, sirkuit ini juga jadi salah satu sirkuit tersulit. Rossi mengatakan, Sirkuit Portimao adalah sirkuit yang fantastis. Lintasan balap ini diakuinya berbeda dengan sirkuit lainnya.

Pun, karakternya juga memberikan kesulitan tersendiri.

“Ini adalah trek di mana Anda butuh banyak waktu untuk mempelajarinya dan setiap Anda balapan di sana, Anda bisa meningkatkan sesuatu,” ujar Rossi, dikutip dari madalinstuntcars2.net, Rabu (14/4/2021).

Rossi menambahkan, dia dan timnya berhasil mendapatkan setting pada motor yang memberinya progres positif.

Dari segi kecepatan, mampu tampil cukup konsisten. Sayangnya, posisi start di urutan ke-21 sudah membuatnya kesulitan untuk bisa memperbaiki posisi sepanjang balapan.

“Kami berharap bisa lebih kuat di seri ketiga ini dan lebih kompetitif, tapi juga di Eropa secara keseluruhan.

Ada banyak trek yang bagus untuk saya,” kata Rossi. Penampilan Rossi di dua seri pertama di Sirkuit Losail, Qatar, banyak dibilang mengecewakan. Dia tak mampu finis di sepuluh besar dan saat ini posisinya di klasemen sementara ada di peringkat ke-14 dengan 4 poin.

Motor Bertenaga Hidrogen Siap Meluncur

Xiaomi's Segway Apex H2 Concept Is A Hydrogen Powered Motorcycle

Madalinstuntcars2.net – Jakarta, Segway terkenal sebagai produsen alat angkut pribadi yang unik. Kini, Segway ikut menggarap kendaraan ramah lingkungan dalam bentuk sepeda motor. Bukan sekadar motor listrik, motor buatan Segway ini bakal mengusung tenaga hidrogen.

Dikenal sebagai Apex H2, motor hidrogen Segway ini tampil futuristik. Tampilannya seperti motor-motor dalam film fiksi ilmiah. Apex H2 hadir sebagai motor ramah lingkungan apik yang memiliki windshield minimalis, lampu depan ramping dan roda besar yang tampak melayang berkat pengaturan lengan ayun ganda.

Sorotan penting lainnya termasuk bodywork yang ramping dan kompartemen akses yang mudah, yang menyimpan wadah bahan bakar hidrogen.

Wadah hidrogen itu bisa ditukar dengan yang sudah terisi penuh jika habis. Konsepnya seperti menukar baterai kosong dengan baterai baru yang sudah terisi penuh.

Detail soal mesinnya belum terungkap secara rinci. Segway mengklaim, motor hidrogen ini memiliki tenaga hingga 80 daya kuda.

Apex H2 disebut bisa berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam waktu kurang dari empat detik. Kecepatan tertingginya mencapai 150 km/jam.

Hydrogen-Fueled Segway Apex H2 Makes a Stunning Appearance, Production  Possible - autoevolution

Meski tampak seperti sebuah motor konsep, kabarnya motor tersebut dijadwalkan untuk diluncurkan pada 2023. Segway bahkan mencantumkan harga mulai dari 69.999 yuan atau setara dengan Rp 156 jutaan.

Teknologi kendaraan hidrogen sudah umum digunakan terutama oleh kendaraan roda empat. Mobil hidrogen memiliki beberapa keuntungan dari mobil listrik dan mobil bermesin konvensional. Selain ramah lingkungan, mobil pun memiliki jarak jelajah yang jauh dan waktu pengisian hidrogen yang super cepat, tidak berisik, dan responsif.

Prinsip dasarnya, kendaraan hidrogen ini digerakkan oleh motor listrik yang memperoleh tenaga listriknya dari listrik yang dihasilkan oleh hidrogen. Hidrogen menghasilkan listrik dari proses elektrokimia dalam sel bahan bakar. Bukan asap knalpot, hasil dari proses ini hanyalah air, berbeda dengan mobil biasa yang menghasilkan emisi CO2 yang berbahaya.