Motor Bertenaga Hidrogen Siap Meluncur

Xiaomi's Segway Apex H2 Concept Is A Hydrogen Powered Motorcycle

Madalinstuntcars2.net – Jakarta, Segway terkenal sebagai produsen alat angkut pribadi yang unik. Kini, Segway ikut menggarap kendaraan ramah lingkungan dalam bentuk sepeda motor. Bukan sekadar motor listrik, motor buatan Segway ini bakal mengusung tenaga hidrogen.

Dikenal sebagai Apex H2, motor hidrogen Segway ini tampil futuristik. Tampilannya seperti motor-motor dalam film fiksi ilmiah. Apex H2 hadir sebagai motor ramah lingkungan apik yang memiliki windshield minimalis, lampu depan ramping dan roda besar yang tampak melayang berkat pengaturan lengan ayun ganda.

Sorotan penting lainnya termasuk bodywork yang ramping dan kompartemen akses yang mudah, yang menyimpan wadah bahan bakar hidrogen.

Wadah hidrogen itu bisa ditukar dengan yang sudah terisi penuh jika habis. Konsepnya seperti menukar baterai kosong dengan baterai baru yang sudah terisi penuh.

Detail soal mesinnya belum terungkap secara rinci. Segway mengklaim, motor hidrogen ini memiliki tenaga hingga 80 daya kuda.

Apex H2 disebut bisa berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam waktu kurang dari empat detik. Kecepatan tertingginya mencapai 150 km/jam.

Hydrogen-Fueled Segway Apex H2 Makes a Stunning Appearance, Production  Possible - autoevolution

Meski tampak seperti sebuah motor konsep, kabarnya motor tersebut dijadwalkan untuk diluncurkan pada 2023. Segway bahkan mencantumkan harga mulai dari 69.999 yuan atau setara dengan Rp 156 jutaan.

Teknologi kendaraan hidrogen sudah umum digunakan terutama oleh kendaraan roda empat. Mobil hidrogen memiliki beberapa keuntungan dari mobil listrik dan mobil bermesin konvensional. Selain ramah lingkungan, mobil pun memiliki jarak jelajah yang jauh dan waktu pengisian hidrogen yang super cepat, tidak berisik, dan responsif.

Prinsip dasarnya, kendaraan hidrogen ini digerakkan oleh motor listrik yang memperoleh tenaga listriknya dari listrik yang dihasilkan oleh hidrogen. Hidrogen menghasilkan listrik dari proses elektrokimia dalam sel bahan bakar. Bukan asap knalpot, hasil dari proses ini hanyalah air, berbeda dengan mobil biasa yang menghasilkan emisi CO2 yang berbahaya.

Leave a Reply