Penjualan BMW di Indonesia, Seri 3 Tetap Menjadi yang Terlaris

5 Fakta BMW Seri 3 Terbaru yang Perlu Anda Ketahui - Otomotif Liputan6.com

Madalinstuntcars2.net – BMW Group Indonesia mengumumkan kinerja penjualan untuk merek BMW dalam kuartal pertama tahun ini. Dalam laporan yang disajikan, penjualan mobil BMW mengalami kenaikan, khususnya selama 3 bulan pertama 2021 naik 17,1 persen dibanding 2020.

“Kontribusi ini tak lepas dari peluncuran produk BMW yang sesuai market Indonesia,” buka Vice President Sales BMW Indonesia, Bayu Riyanto di sela-sela peluncuran BMW 520i M Sport dan 530i Opulence secara virtual, Jumat (9/4).

Tercatat sepanjang Januari hingga Maret 2021, pabrikan bavaria tersebut baru merilis beberapa model penyegaran seperti BMW X1, X3, dan X5 yang sekarang berkonfigurasi 7-penumpang sesuai permintaan konsumennya.

Meski ketiganya menjadi senjata pamungkas awal tahun, tak serta merta membuatnya jadi model yang paling laris. Justru sedan andalan Seri 3 yang berkontribusi paling besar terhadap penjualan BMW di Indonesia. Sepanjang tahun lalu, BMW Seri 3 menorehkan kontribusi 29 persen dari total penjualan.

“Jajaran mobil BMW yang memperkuat Q1 modelnya adalah Seri 3 menyumbang 32 persen dari total penjualan, lalu 15 persen BMW X5 dan X1,” tambah Bayu.
BMW Seri 3 yang memasuki usia ke 45 tahun, di tanah air disediakan dalam pilihan 320i Sport dan 330i M Sport. Masing-masing ditawarkan dengan harga Rp 976 juta dan 1,146 miliar OTR Jakarta.

Pembaruan sedan BMW tersebut terakhir dilakukan pada Oktober 2019 lalu. BMW 320i G20 sudah mengadopsi jeroan mesin baru BMW TwinPower Turbo 2.0 liter empat-silinder yang sanggup meletupkan tenaga 185 dk dan torsi 300 Nm.

Bagian terbaiknya, selain dibalut dalam desain yang premium nan sporty, Seri 3 ini sudah dilengkapi fitur Park Assist, yang bisa mengambil alih semua operasional ketika hendak atau keluar parkir.

Toyota Indonesia Suda Berdiri 50 Tahun: Produsen Mobil Bak hingga Elektrifikasi

Madalinstuntcars2.net – Toyota Indonesia tengah merayakan eksistensinya yang menginjak usia 50 tahun. Banyak orang bilang, usia 50 tak lagi muda, menunjukkan tanda penuaan, dan masa berakhirnya masa kegemilangan.

Namun bagi Toyota, usia sebatas angka. Usia emas ini justru menjadikan perusahaan semakin bisa menjawab tantangan perubahan dan perkembangan zaman.

Buktinya berbagai capaian telah ditorehkan, demi memajukan industri otomotif nasional termasuk rantai pasokannya, hingga akhirnya menjadi salah satu basis manufaktur global Toyota.
Saat ini Toyota siap menorehkan catatan panjang sejarah baru untuk 50 tahun mendatang dan seterusnya. Di mulai dari transformasi perusahaan, melalui penguatan teknologi informasi, produk berbasis listrik, dan pengembangan layanan mobilitas di tanah air.

Menarik diketahui perjalanan panjang Toyota Indonesia dari awal berdiri, kemudian menjadi penguasa pasar otomotif di dalam negeri, sampai memasuki usia keemasannya. Berikut ini kumparan sajikan rentetan sejarah panjang kehadiran 50 tahun Toyota di Indonesia.

Jejak 50 tahun Toyota di Indonesia

Mari kita flashback 50 tahun lalu, saat itu Toyota-Astra Motor sebagai agen pemegang merek tunggal Toyota, menapaki bisnisnya di tanah air sejak April 1971. Dulu awalnya masih impor mobil dari Jepang.

Sejalan dengan permintaan pasar yang meningkat, kegiatan produksinya baru dilakukan 2 tahun berikutnya, atau tepatnya pada 1973 bersamaan dengan berdiri PT Multi Astra, sebagai fasilitas perakitan kendaraan Toyota.

Tak berhenti di situ, kemudian pada 1976, berdiri Toyota Mobilindo sebagai produsen bodi mobil, yang diketahui output-nya berupa bodi Toyota Kijang generasi pertama.
“Fokus utama kami pada waktu itu adalah membuat produk demi melengkapi kebutuhan transportasi masyarakat Indonesia,” terang President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Susumu Matsuda.

Setahun berikutnya hadirlah mobil buatan Toyota Indonesia pertama, yang dinamakan Kijang. Kijang dalam bentuk kendaraan niaga tersebut sekaligus menjadi pionir dan tonggak sejarah diproduksinya berbagai macam mobil Toyota di bumi Indonesia.

Kijang baru bertransformasi menjadi mobil serba guna atau multi purpose vehicle pada generasi keduanya pada 1986. Kabar Kijang terbaru itu juga tersiar ke negeri tetangga. Puncaknya pada 1987, Toyota memulai mengekspor perdana Kijang ke Brunei Darussalam.

Bila melihat foto dulu bagaimana cara pengangkutan Toyota Kijang ke kapal, ibarat mengangkut sapi karena menggunakan tali yang dibuat sedemikian rupa sampai bisa membawa sebuah mobil.

“Kijang berkembang dari kendaraan komersial menjadi kendaraan penumpang buatan dalam negeri, yang digunakan mayoritas masyarakat Indonesia dengan tetap mempertahankan DNA-nya sebagai produk yang tahan banting, nyaman dan memberikan peace of mind bagi penggunanya,” tambah Vice President Director PT TAM, Henry Tanoto.

Pencapaian Toyota berlanjut. Pada 1989 seluruh perusahaan perakitan, seperti PT Multi Astra, PT Toyota Mobilindo, dan PT Toyota Engine Indonesia tergabung menjadi satu di bawah komando PT Toyota-Astra Motor (TAM). Pada saat yang sama, TAM merayakan produksi 500 ribu unit.

Pada 1996, Toyota Indonesia meresmikan fasilitas produksi pertama di Karawang, sekaligus mencapai produksi 1 juta unit mobil. Hal ini menjadi bukti komitmen Toyota mengembangkan industri mulai hulu hingga hilir.

Memasuki era millenium kedua, TAM direstrukturisasi menjadi 2 entitas berbeda. Pertama Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sebagai perakit dan eksportir kendaraan maupun suku cadang Toyota.

Kemudian TAM menjalani tugasnya sebagai agen penjualan, importir, juga distributor produk Toyota di Indonesia, dengan kepemilikan saham oleh Astra International 50 persen dan Toyota Motor Corporation 50 persen.

“Bagi Toyota, Indonesia adalah rumah kedua, karena punya peran penting, Indonesia menjadi basis produksi dan ekspor kendaraan Toyota di Asia Pasifik,” terang President Director PT TMMIN, Warih Andang Tjahjono.

Setahun berikutnya, Toyota memulai gebrakan lain, menghadirkan mobil terjangkau berupa Avanza, yang posisinya ditempatkan di bawah Kijang.

Mobil tersebut seperti punya daya magis tersendiri, dan langsung jadi mobil terlaris di Indonesia dengan julukan mobil sejuta umat.

Tahun 2004 Toyota juga merilis Kijang Innova, sebagai generasi terbaru Kijang yang lebih modern, sebagai bagian dari model global Innovative International Multi-purpose Vehicle (IMV).

Dua tahun berikutnya, TMMIN memulai produksi model IMV lainnya dalam wujud Toyota Fortuner di Karawang Plant.

Selain itu, berkat lonjakan permintaan dalam negeri dan kebutuhan ekspor, kapasitas produksi pabrik ditingkatkan dari semula 70 ribu menjadi 100 ribu unit per tahun.

Lalu pada 2008, pabrikan berlambang T besar itu coba kembali menggairahkan pasar dengan mempopulerkan mobil hybrid Prius. Sayang animonya tak sebesar sekarang.

Namun demikian hal tersebut menjadikan Toyota Indonesia sekali lagi sebagai pionir, dalam hal pengembangan ekosistem kendaraan listrik di tanah air.

Mudahnya ketika mengingat sejarah pengembangan mobil listrik di Indonesia, akan mengaitkannya dengan keberadaan mobil hybrid Toyota Prius 12 tahun lalu.

Lanjut ke 2010 dan 2011, Toyota membukukan 2 juta unit produksinya di Indonesia, kemudian meresmikan pabrikan keduanya di Karawang, serta tentunya perayaan 40 tahun.

Beberapa capaian lain juga ditorehkan pabrikan sebagai wujud kontribusinya terhadap pertumbuhan dan kemajuan industri nasional.

Seperti misalnya pada 2014 mulai mengapalkan Vios dalam jumlah besar, kemudian 2016 meresmikan pabrik mesin di Karawang, hingga pada 2018 mencapai 1 juta unit mobil CBU yang diekspor.

“Saat ini ekspor Toyota menjangkau ke lebih 80 negara tujuan, meliputi Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin. termasuk part, komponen, dan tuning yang diproduksi Toyota Indonesia,” tambah Warih.

Sampai saat ini Toyota Indonesia mengelola 5 pabrik di kawasan Sunter, Jakarta dan Karawang, Jawa Barat dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 250.000 unit.

SUV Pajero Sport Tidak Dapat Diskon Pajak, Pihak Mitsubishi Kecewa Berat

Adu Spesifikasi New Mitsubishi Pajero Sport 2021 vs Toyota Fortuner, Mana  Lebih Unggul? - Pikiran-Rakyat.com

Madalinstuntcars2.net – Mitsubishi Motors Indonesia mengungkapkan rasa kecewanya, lantaran model SUV andalannya, Pajero Sport, tidak masuk dalam daftar mobil penerima relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang dikeluarkan Kementerian Perindustrian.

Daftar kementerian itu berisi 29 model mobil yang mendapat relaksasi pajak berupa diskon PPnBM ini. Daftar ini bertambah dari semula 21 mobil, karena kementerian menambah persyaratan kapasitas mesin 1.500 cc hingga 2.500 cc, dari sebelumnya maksimal 1.500 cc.

Dengan daftar baru itu, maka model Mitsubishi yang mendapat relaksasi pajak itu tetap, tanpa Pajero Sport, yakni Xpander, Xpander Cross, dan Livina.

“Model Pajero Sport tidak mendapat relaksasi pajak untuk model 2.500 cc. Terus-terang kami kecewa, model kami tidak masuk dalam program relaksasi ini.

Karena masalah local purchase atau lokal kontennya,” kata Naoya Nakamura, Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) saat media gathering secara daring, kemarin (6/4).

Menurut Nakamura, sebagai pihak manufaktur Mitsubishi di Indonesia, PT MMKI, sudah berupaya maksimal untuk meningkatkan tingkat komponen lokal atau local ratio model Pajero Sport secara bertahap.

Namun, hal itu tetap saja belum memenuhi guideline maksimal yang ditentukan oleh pemerintah.

Nakamura enggan menyebutkan ecara pasti tingkat kandungan lokal Pajero Sport.

Dalam Keputusan Menteri Perindustrian No 839 Tahun 2021 itu, syarat mobil untuk mendapat relaksasi PPnBM adalah diproduksi di dalam negeri dengan komponen lokal 60 persen, lebih rendah dari sebelumnya 70 persen.

Total ada empat mobil berkapasitas 1.500 cc hingga 2.500 cc yang dapat insentif pajak, yakni Toyota Kijang Innova, Fortuner, Honda HR-V 1.8L, dan CR-V 2.0L.

Namun, MMKSI enggan bersedih, karena sudah menyiapkan program penjualan Pajero Sport yang menarik di April sebagai kompensasi dari tidak masuknya model ini sebagai penerima relaksasi PPnBM.

“Kami telah memulai sales program yang lebih baik lagi. Mulai April 2021 khusus untuk Pajero Sport.

Sehingga konsumen yang ingin beli Pajero Sport tetap dapat benefit dan diuntungkan dengan program sales ini dengan cashback jutaan rupiah yang bisa ditanyakan di diler resmi kami,” pungkas dia.

Dorna Sports Tak Sabar Ingin MotoGP di Selanggarakan di Mandalika

Rombongan Dorna Turun Jalan Kaki Cek Aspal dan Kemiringan Tikungan Sirkuit  Mandalika - Tribunnews.com Mobile

Madalinstuntcars2.net – Maneger director Dorna Sports, selaku pemegang hak komersial MotoGP, Carlos Ezpeleta mengaku tak sabar ingin melihat gelaran balap motor paling bergengsi di dunia itu kembali digelar di Indonesia. Hal itu diungkapkannya setelah mengunjungi Sirkuit Mandalika di Lombok Tengah, NTB, pada Rabu (7/4).

Ezpeleta, didampingi Loris Capirossi selaku promoter representative Dorna Sports, dan Franco Ucini yang bertugas sebagai safety officer FIM, menyelesaikan inspeksi pra-homologasi sirkuit jalan raya yang dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika tersebut.

Layout trek sepanjang 4,3 km dan terdiri dari 17 tikungan itu mulai terlihat bentuknya. Saat ini, tengah digarap proses pengaspalan, pemasangan saluran drainase, gravel bed, pagar pembatas beton dan penanaman rumput.

Petugas inspeksi dari FIM juga menyusuri trek sepanjang 4,3 km yang terdiri dari 17 tikungan itu dengan berjalan kaki untuk mengecek progres pengaspalan trek, pemasangan saluran drainase dan sejumlah aspek keselamatan, seperti gravel bed dan pagar pembatas beton.

“Melihat trek dari gambar dan secara langsung itu berbeda, sangat mengejutkan karena trek ini akan sangat luar biasa. Kami sangat senang dengan progresnya,” kata Ezpeleta setelah inspeksi selesai di Lombok Tengah seperti dikutip dari Antara.

Sambut MotoGP 2021, Pembangunan Sirkuit Mandalika Sesuai Jadwal - Bola  Liputan6.com

“Tentu setiap orang tahu masih banyak hal yang harus dikerjakan… tapi kami tidak sabar lagi menyaksikan MotoGP di sini dan kami yakin para pebalap MotoGP akan menyukainya,” lanjutnya.

Masih tersisa kurang lebih tiga bulan bagi PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC) untuk merampungkan pembangunan lintasan sebelum homologasi final pada pertengahan tahun.”Untuk homologasi, semuanya harus selesai termasuk marshal, medis, pusat medis dan trek itu sendiri.

Menurut linimasa yang kami terima dari MGPA, kami terus sesuai jadwal,” kata Ezpeleta.Progres pembangunan trek Mandalika saat ini mencapai kurang lebih 60 persen.

Pemerintah menargetkan Sirkuit Mandalika akan menjadi tuan rumah Grand Prix Indonesia pada Oktober nanti ketika MotoGP memulai tur Asia.

Slot Oktober kalender MotoGP saat ini diisi empat balapan, yaitu Grand Prix Jepang (3/10), Thailand (10/10), Australia (24/10) dan Malaysia (31/10), menyisakan satu pekan kosong pada pertengahan bulan, sebelum seri penutup musim digelar di Valencia, Spanyol pada 14 November.

Sementara, terakhir kali Indonesia menjadi tuan rumah grand prix balap motor, yaitu pada 1997 di Sirkuit Sentul, Jawa Barat.

“Tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata seberapa pentingnya MotoGP kembali ke Indonesia, ini adalah pasar yang besar bagi kami dan bagi para pabrikan serta basis fan Indonesia, MotoGP itu tidak ada duanya. Jadi kami senang bisa kembali dan menantikan hari itu tiba,” tutup Ezpeleta.

Sirkuit Mandalika telah resmi masuk dalam kalender WSBK 2021 sebagai tuan rumah seri ke-11 pada 12-14 November, tetapi masih berada di daftar sirkuit cadangan kalender provisional MotoGP musim ini.

Vespa Baru Dari Piagio, Primavera Picnic

Madalinstuntcars2.net – Piaggio Indonesia setelah merilis Primavera Sean Wotherspoon, kembali menghadirkan produk baru lain yang dinamakan Vespa Primavera Picnic Limited Edition, yang dijual Rp 50 juta OTR Jakarta.

Sesuai namanya, skutik baru tersebut ditujukan bagi penggunanya agar lebih mudah melakukan perjalanan berlibur atau tamasya. Sebab ada beberapa penyematan fitur yang membuatnya beda dari Primavera biasa.

“Kami merancang untuk membuatnya istimewa, dan kami ingin mempersonalisasikan cerita yang sesungguhnya. Vespa Picnic merupakan perpaduan sempurna Primavera terbaru dengan warna khas yang terinspirasi dari alam,” sebut President Director Piaggio Indonesia, Marco Noto La Diega saat mengenalkannya secara daring.

Beda dari Vespa Primavera reguler

Perbedaan tersebut mencakup pemasangan rak depan dan belakang untuk meletakkan keranjang atau barang bawaan, sehingga tak perlu repot pasang bracket kala bepergian.

Tak cuma itu, sebagai diferensiasi pabrikan menyematkan sentuhan baru berupa jok coklat, strap kulit pada rak, pijakan anti slip yang juga dilabur coklat, decal body samping, list body putih, dan velg yang juga berkelir putih glossy.

Lalu kenapa hanya model Primavera yang mendapat sentuhan Picnic? Soal ini Marco menjelaskan Primavera lebih cocok karena mengoptimalkan gaya elegan, yang cocok untuk konsep kebahagiaan maupun aktivitas bepergian.

“Primavera menjadi ikon klasik yang tidak lekang oleh waktu, model ini dikembangkan mendekati tematik kebahagiaan, sejalan dengan konsep piknik untuk menikmati alam melengkapi momen kehidupan,” katanya.

Ini Perbedaan Vespa Picnic dengan Vespa Primavera Standar | Halaman 2

Spesifikasi Vespa Primavera Picnic Limited Edition

Soal spesifikasinya masih sama dengan Vespa Primavera. Panjang 1863 mm, lebar 695 mm, dan ketinggian jok 790 mm. Adapun tangki bahan bakarnya sanggup menenggak 7 liter dalam sekali pengisian penuh.

Fiturnya memiliki kunci immobilizer, rem Anti-lock Braking System (ABS) depan, lampu LED depan belakang, USB port pada laci depan, dan speedometer analog dikombinasikan panel meter digital.

Bicara mesin menggunakan generasi terbaru yang dinamakan i-get, berkonfigurasi 1-silinder, Euro 3, berkapasitas 154,8 cc bertenaga 11,6 dk pada 7.500 rpm dan torsi puncak 12 Nm pada 5.000 rpm.